Ini blog dibuat untuk sekedar mengungkap isi hati, atas gundah gulana melihat keadaan Bangsaku Indonesia. Tidak dimaksudkan untuk caci maki dan iri dengki. Hanya agar Sekedar mengurangi beban dihati.

Lagi Cerita Kejahatan di Angkot yang Tidak terekspos Media

Posted by

Kisah sedih seorang tuna netra, yang saya tulis ulang dari cerita pasangan tuna netra yang berprofesi sebagai tukang urut langganan keluarga saya. Entah ada manfaatnya atau tidak kisah ini saya tulis, hanya saya merasa ada ganjalan dihati bila kisah ini sekedar disimpan di hati. Yang saya fahami cerita sedih ini menambah deretan kasus kejahatan di angkot yang akhir-akhir ini merebak di Jakarta, Indonesia.


Malam ini selepas isya saya dan istri mengunjungi pasangan tuna netra yang biasa saya panggil “Pak De”, nama sebenarnya adalah Yunus. Mereka tinggal dirumah kontrakan hanya berdua dengan istrinya, sementara anak-anak mereka tinggal bersama neneknya di kampung. Seperti biasanya, sudah menjadi sesuatu yang rutin, sekali dalam sebulan saya selalu menyempatkan diri untuk dipijat urut oleh Pak De. Disamping bermanfaat untuk mengendorkan otot yang kaku dan capek, juga untuk refreshing. Agar tubuh kembali fresh dan tetap sehat.

Setelah berbasa-basi sebentar saya naik dan merebahkan diri ke dipan yang ada dirumah kontrakan Pak De, Sementara Istri saya menuju ruang sebelah tempat istri Pak De mengurut langganannya. Ketika Pak De mulai ritual mengurut, yang pertama merefleksi telapak kaki, membuka cerita sedih yang dialamai istrinya.

Minggu pagi, empat hari yang lalu. Ada seorang tamu, perempuan setengah baya sambil membawa belanjaan sayuran dengan maksud menjemput istri Pak De.”Bu, saya disuruh encik yang punya toko emas di Mencong (nama tempat) menjemput Bu De. Encik minta diurut dirumah”, cerita Bu De menirukan kata-kata seorang perempuan yang menjemputnya. Dengan polos tanpa merasa curiga Istri Pak De dengan persetujuan suaminya menuruti permintaan tamunya. Setelah berkemas mereka berdua pergi naik “angkot”. Yang lebih meyakinkan Bu De, perempuan “misterius” ini menitipkan belanjaannya di rumah Pak De sambil berkata “ saya nitip ini ya, nanti saya ambil setelah mengantar Bu De kembali”.

Namun apa yang terjadi? Mobil angkot yang dipakai menjemput tukang urut ini berjalan berputar-putar cukup lama, tidak segera mencapai tujuan. Tentu menimbulkan perasaan pemijat ini gelisah,”kok lama amat ya”. Ketika Bu De bertanya ke perempuan penjemput disebelahnya, bukan jawaban yang diterima. Perempuan tersebut membekap mulut Bu De dengan  “Lakban” dan mengikat tangan dan kaki Bu De. Wanita tuna netra ini tidak berdaya melakukan perlawanan. Dalam keadaan seperti inilah perempuan misterius ini melucuti perhiasan “anting-anting emas” ditelinga Bu De dan merogoh semua isi kantong dan tas kecil yang dibawanya. Miris dan “Kejam” orang normal dan sehat menculik tuna netra yang tidak berdaya.

Dalam keadaan pucat dan ketakutan wanita pemijat tuna netra yang tidak berdaya ini di buang di kawasan perniagaan Cipulir, Jakarta Selatan dalam keadaan pingsan. Bersyukur dengan pertolongan orang-orang di kawasan tersebut akhirnya Bu De bisa pulang kerumah.

Semoga ini kisah terakhir kejahatan di angkot. Semoga jalanan di Jakarta menjadi tempat yang aman dan nyaman untuk beraktivitas. Semoga.


FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Demo Blog NJW V2 Updated at: 22.18

0 komentar:

Posting Komentar

Kalam Ilahi

Maka bertaqwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu dan dengarlah serta taatlah; dan nafkahkanlah nafkah yang baik untuk dirimu. Dan barangsiapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung. (QS. 64:16)